
Aku berjalan mencari ketenangan hati
Dimanakah kutemukan?
Aku berjalan mencari kedamaian hati
Masih sulit kutemukan…
Foto: Ari Trismana
Lokasi: Vihara Sariputra, Jl. Hayam Wuruk, Jkt

Aku berjalan mencari ketenangan hati
Dimanakah kutemukan?
Aku berjalan mencari kedamaian hati
Masih sulit kutemukan…
Foto: Ari Trismana
Lokasi: Vihara Sariputra, Jl. Hayam Wuruk, Jkt
Nol Kilometer adalah titik dimana aku bermula…
8 Mei 1973 adalah titik nol kilometer perjalanan hidupku. Tanggal bulan dan tahun itulah yang selalu kutulis berulang-ulang di macam-macam formulir, identitas, dan berbagai keterangan lain yang membutuhkannya. Seberapa pentingkah itu bagimu? Bagiku angka-angka tak terlalu penting selain sebagai perhitungan sudah berapa lama kita membuat sesak bumi ini, dan berapa lama lagi peluang kita menghirup udara, bergerak, berjalan, atau berapa kilometer lagi kita berlari di bumi.
Jutaan kilometer telah kulalui…
Jadi kau berminat menghitung berapa lama aku telah hidup? Silahkan…silahkan saja! Meski aku sendiri tak perlu mengingat-ingat untuk tau berapa umurku. Aku tau berapa umurku saat ini, tapi jangan kau tanya berapa kilometer langkah yang sudah aku lalui di bumi ini. Ribuan…puluhan ribu…ratusan ribu…atau mungkin jutaan kilometer jarak yang kulalui selama ini. Bila aku mampu jujur, akan kukatakan mungkin tak kurang setengah dari jutaan kilometer jarak yang kulalui itu adalah perjalanan yang sia-sia. Tentang kesia-sia itu, aku memang tak ingin mengingat-ingatnya. Bagiku mengenang kesia-siaan hanya pantas bagi orang picik dan pendendam. Kesia-siaan mutlak harus dilupakan!
Berapa kilometer lagi aku harus bergerak?
Meski mutlak dilupakan, namun entah mengapa nasib tak pernah steril dari kesia-siaan. Berganti-ganti aku berjumpa kesia-siaan, kemudian berjalan lagi, jumpa lagi sia-sia, pergi lagi, sia-sia lagi, berlari lagi…terus…terus… Begitulah seterusnya rotasi nasib yang berulang-ulang meski dengan suasana yang berbeda. Sekuat apapun aku, aku cuma manusia! Dan sialnya manusia telah ditakdirkan sebagai mahluk yang lemah. Ya aku lemah…aku lelah…dimanakah sandaran kelelahanku?
Ingin segera kuhabisi sisa kilometerku…
Nol kilometer adalah permulaan hidup. Nol kilometer juga akhir perjalanan hidup. Bukankah begitulah hidup manusia? Dari debu kembali jadi debu… Dari nol kilometer menuju nol kilometer!