Maafkan Aku…

Pernahkan kau tak bimbang tentang persoalan maaf memaafkan suatu kesalahan? Inilah yang terjadi padaku sekarang. Sejuta pertanyaan dalam kepala seolah kendaraan yang melaju dan saling bertubrukan.

Apakah aku harus memaafkan orang lain? Atau sebaliknya apakah aku harus meminta maaf kepada orang lain, meski belum terbukti aku memiliki andil dalam satu kesalahan. Begitulah aku terlalu berat berkata maaf, untuk memberi juga meminta.

Sesungguhnya ini bukan persoalan siapa yang salah atau siapa yang benar. Persoalannya adalah harus tersedia ruang yang besar dalam hati untuk bisa meminta atau memberi maaf.

Tapi sadar atau tidak, seringkali ruang hati tak cukup luas dan terbuka untuk itu. Ruang hati justru terisi oleh hal-hal yang tak semestinya berada disitu. Cobalah buka dan bongkar ruang hati kita dengan jujur dan tulus. Disitu sedikit banyak pasti akan ditemukan iri, benci, sombong dan sifat lain yang tak semestinya.

Dalam beberapa situasi terlalu mudah untuk mengetahui tentang apa-apa yang seharusnya kita lakukan. Tetapi yang tersulit adalah melakukan apa yang seharusnya kita lakukan.

Seperti inilah aku saat ini. Aku tahu kesalahanku dan tahu apa yang harusnya kukatakan padamu, tapi kata maaf itu tak juga mampu terucap dari mulutku. Aku tahu…semua itu karena ruang hatiku terlalu sempit!

2 Tanggapan ke “Maafkan Aku…”

  1. seaturtle Berkata

    aku minta maaf kalau pernah melakukan hal yang tak termaafkan ya:)

  2. Meminta maaf dan memaafkan itu indah, lho Mas… Segala penyakit hati gak ada gunanya juga kok. Cuma menghabiskan kapasitas otak kita kalo kita harus menyimpan sebuah dendam terlalu lama. Selain itu, “dia” juga bisa menggerogoti hati dan sanubari kayak ulat menggerogoti ranumnya buah apel. So, release it, Bro… Hidup ini indah, dan akan jauh lebih indah tanpa sakit karena penyakit hati…

Tinggalkan Balasan