SATU LAGI SAKSI SEJARAH KOTA TERGUSUR

foto 3p1030856-copy.jpgfoto 2 Bagi yang belum tahu pastilah sulit mencari lokasi Sekolah Sariputra karena letaknya yang berada di kawasan bisnis Jalan Hayam Wuruk, Jakarta. Dari depan tak terlihat bentuk atau ciri bangunan sekolah. Di bagian depan hanya ada deretan toko. Diantara deretan toko inilah terdapat gang selebar sekitar 4 meter yang menjadi gerbang masuk menuju Sekolah Sariputra. Gedung-gedung tinggi di sekitarnya seperti Hotel Mercure dan Hotel Jayakarta seolah mengepung keberadaan sekolah yang memberikan pendidikan kepada murid TK hingga SMU.

Fisik kota yang terus berkembang membuat Sekolah Sariputra secara geografis tak ideal lagi sebagai satu wilayah belajar mengajar. Namun sesungguhnya secara historis Sekolah Sariputra punya nilai sejarah yang tak bisa dianggap kecil. Pada awal abad ke-20 sekolah ini merupakan salah satu sekolah Tionghoa selain Ba Hua dan Hua Zhong, yang mutu pendidikannya diakui.

Sekolah Sariputra pada awalnya adalah Batavia English art_0062-copy.jpgSchool yangfoto 4 didirikan tahun 1932 berlokasi dikawasan Mangga Besar. Tahun 1940-an masa sebelum kemerdekaan, sekolah ini berganti nama menjadi Xin Hua English dan dipindah ke kawasan Jalan Pangeran Jayakarta. Setelah memasuki masa pasca kemerdekaan, sekitar tahun 1953 sekolah ini berganti nama menjadi Sekolah Sariputra dan menempati lokasi yang sekarang, tepatnya di Jalan Hayam Wuruk No. 125.

Sariputra dalam bahasa Sanskrit: bahasa kuno di India, atau Sariputta dalam bahasa Pali: bahasa liturgi dari Theravada Buddhism, diambil dari nama murid terbaik Sang Buddha. Beberapa pihak menyatakan Sekolah Sariputra adalah sekolah Buddhist pertama di Jakarta, namun tak ada catatan pasti mengenai pernyataan ini.

foto 5foto 1Di dalam wilayah Sekolah Sariputra terdapat vihara kecil dengan nama Dharma Vihara Sariputra. Berbeda dengan vihara lain, vihara yang dibangun tahun 1953 ini memiliki dinding ber-relief yang menggambarkan perjalanan hidup Sang Buddha. Tak ada informasi yang jelas akan dikemanakan dinding relief bersejarah tersebut bila seluruh bangunan di Sekolah Sariputra dirobohkan.

Sekolah Sariputra yang memiliki nilai sejarah dan bisa menjadi salah satu saksi bisu bagi perkembangan kota Jakarta ini, pada akhirnya harus kalah oleh bermacam kepentingan yang berkembang. Senasib dengan Gedung Chandranaya (Sin Ming Hui) yang tergusur oleh kepentingan bisnis, Sekolah Sariputra pun pada akhirnya harus ditutup.

p1030848-copy.jpgp1030834-copy.jpgSabtu 30 Juni 2007 di Sekolah Sariputra digelar acara yang bertajuk “Rendezvous Alumni Sariputra.” Acara ini sesungguhnya adalah hari penutupan bagi sekolah. Ratusan alumni, guru, pegawai dan anggota keluarga hadir dalam acara tersebut untuk saling bertemu dan menikmati suasana terakhir di Sekolah Sariputra. Tak ada yang tahu pasti Sekolah Sariputra selanjutnya akan berubah fungsi menjadi apa. Yang pasti pada hari-hari mendatang mereka tak bisa lagi melepas rindu pada tempat dimana mereka pernah mengenyam pendidikan.

 

Foto: Ari Trismana
Lokasi: Sekolah Sariputra, Jakarta

 

 

9 Tanggapan ke “SATU LAGI SAKSI SEJARAH KOTA TERGUSUR”

  1. seaturtle Berkata

    mungkin bisa dihitung dengan jari orang yang benar-benar bisa menghargai sejarah…

  2. Dapet linknya dari milist Batmus, thanx udah berbagi ya. Well, secara saya hidup di kota kecil yg ga pernah ada cerita gusur menggusur apalagi yg berkenaan dengan area bersejarah (meskipun nantinya juga akan ada seiring perkembangan kota) rasanya ko miris banget dan nda percaya. Susah memang jadi org Indonesia :(

  3. pudel_imut Berkata

    Yah begitulah nasib sebuah sekolah bersejarah yg kokoh melalui 3 zaman perjuangan namun tak kuat diterpa arus pembangunan yg selayaknya menghormati nilai2 dan para ’saksi’ sejarah.

    Selama kurun waktu 3 tahun, saya pernah mengecap pendidikan di sekolah SARIPUTRA tercinta ini (SMA thn. 1991-1994) di mana saat itu dgn kepala sekolahnya pak MANAP, dan guru2nya antara lain: pak KETUT, TANURI, BHODIWAN, WIRYA, RASYID {alm.}, bu Tari, bu Wifrah, bu Ida-sekretariat TU.
    Semua kenangan pahit, lucu dan manis akan terkubur bersama kebesaran nama Sekolah Sariputra (SARPOET) ini.

    Untuk seluruh alumnus SARPOET, salam kenal dariku.
    Untuk para alumnus angkatan ‘94, di mana kalian gerangan? teriring salam kangen bin rindu dariku ini Agus (kelas A3 Sos.)’94.

  4. Terkejut hati ini membaca berita bahwa sekolah, tempat saya mengawali mendapatkan pengetahuan dan tempat saya mengenal huruf pertama kali serta tempat saya bersosialisasi pertama kali, telah ditutup untuk selama-lamanya.

    11 tahun dari hidup saya pernah saya lalui di sekolah ini, dari TK – 1975 s/d SMP 1983.
    Setiap pagi berangkat sekolah dari jaman naik oplet sampai terakhir naik mikrolet…

    Teringat kala pagi hari memandang ke arah selatan Jakarta masih terlihat Bayangan Gunung (Salak??) nun jauh disana, jalan yang masih sepi di pagi hari. sampai terakhir kali pulang sekolah siang hari melalui jalanan padat karena macet.

    Tak terasa sudah..
    Salam hormatku untuk:
    1.Ibu Leony guru TK-ku yang mengajari ku mengenal huruf.
    2.Ibu Wida, Ibu Maria Fransiska, Ibu Maria Magdalena, Ibu Hilda, ibu Sonya, Pak Thomas Guru SD-ku dan yang lain lagi yang mohon maaf tdk teringat lagi.
    3.Pak Ketut – guru Agama, Pak Thomas guru musik, ibu Sri – guru PKK, Pak Ikhsan – guru IPS, Pak Djin Hoat – Guru Matematika, Pak Djin Kie – guru IPA, Pak Wirya – guru Elektonik & Kepsek, Pak Muhilal – Guru Olah Raga, Ibu Jeanne – guru Bahasa Inggris, Ibu Elizabeth – guru Bahasa Indonesia dan Wali kelas III C SMP tahun ajaran 1982 – 1983, dan lain-lainnya.

    Terimalah salam hormat dan permohonan maaf atas segala kesalahanku selama menjadi murid Bapak dan Ibu sekalian.

    Terima kasih sudah membimbing saya selama ini.

  5. IDHAM SUDRAJAT Berkata

    SAYA SUNGGUH TERKEJUT DAN SEDIH DIMANA DARI TK SAMPAI SMA MENGENYAM DI SEKOLAH INI…TP KESEDIHAN MAKIN BERTAMBAH KETIKA AQ TDK TAHU ADA ACARA PENUTUPAN SEKOLAH PADAHAL AQ BEKAS PENGURUS OSIS…SAYA SELAKU ALUMNI BERSEDIA MEMBANTU MENGUMPULKAN ALUMNI ANGKATAN SAYA YG BANYAK SUDAH BERHASIL…SY SEDIH MELIHAT FOTO SKLH TSB..SALAM ALUMNI

  6. Eka Satya Berkata

    Saya baru mendengar berita ini kira2 di awal bulan maret 2008, tragisnya beritanya saya dengar di kala kami sdg adakan pertemuan anak2 ex Sarput untuk melihat-lihat serta berbagi wacana atas kemungkinan kami berkolaborasi untuk mendirikan jenis2 usaha tambahan diantaranya bisnis sekolah, sangat di sayangkan ” jika saja” kabar tsb sdh terdengar oleh kami sebelumnya, tentunya kami pasti akan mencarikan jalan agar Sarput tetap exist karena ex Sarput banyak yang punya kemampuan dan skill (finance, management, leadersip etc) hanya saja kami telat mendapat kabarnya. jika saya sdg ke jakarta (saya tinggal di kota Solo ) dan menginap di hotel Marcuree Rekso dari lantai atas dapat terlihat rumah ex murid Sarput (selatan Sarput/skg show room motor, nama ybs: Miming Sungkono) dan dapat juga terlihat Sarput, wah saya jadi gemes kenapa tdk ada jalan keluar pada saat itu, sehingga harus di tutp, bagaimana juga nasib guru2 kita di sana” Bpk Lie(elekronik) serta isterinya Ibu Pauline yg lemah lembut(bhs indonesia),Bpk Djien Hoat dan adiknya Bpk Djien Kie, Bpk Iksan yg juga berasal dari kota Solo, Bpk Ketut yg mungil tubuhnya, juga bpk Thomas yg putih bersih dan tinggi besar serta lain nya. jika ada yg mengetahui perkembangan berita ttg Sarput saya berharap dapat memberi info ke mail saya eko.setyo@yahoo.com

  7. Memelihara sejarah adalah sangat sulit di Republik Bangsa Pelupa ini. Jangankan memelihara, membuat sejarah yang baik saja tak mampu.

  8. Ih, sayang banget. Sayang yah, pemerintah kita nggak bisa menghargai sejarah/peninggalan masa lalu. Hm, let me guess… they’re going to build a mall/hotel, perhaps?

  9. Sekolah Sariputra adalah titik balik hidup saya. Sedih sekali sekolah ini ditutup. Berita ini baru saya dapat dari teman alumni pagi ini.. Kalau diambil alih atau pindah lokasi, tidak mengapa, tapi kalau sampai menjadi tidak ada, jadi sangat menyedihkan. Saya yakin para alumni mau koq membantu sekolahnya dulu. Sayang tidak ada wadahnya.. Apa ada usul dan berita baru?

Tinggalkan Balasan