Saya hampir lupa apakah saya berada di Amerika atau Jakarta? November 6, 2008
Posted by ariaristides in Catatan-Catatan.trackback
Menjelang akhir tahun 2008 ini, Barack Obama mungkin adalah satu-satunya politikus yang paling banyak dibicarakan di dunia. Pencarian informasi berkaitan dengan nama Senator dari Illinois ini, melalui mesin pencari Yahoo menghasilkan 601.000.000 artikel. Sementara melalui mesin pencari Google menghasilkan 80,100,000 artikel. Perbincangan hangat soal Obama bukan hanya terjadi di dunia maya. Di media massa di Jakarta juga tak lepas dari issu tentang Obama. Sejak masa pencalonannya sebagai kandidat presiden Amerika Serikat hingga hari penghitungan suara.
Di beberapa stasiun televisi swasta seperti Metro TV, TVOne, RCTI dan SCTV menggelar siaran langsung atau setidaknya teleconference dengan reporternya yang berada di AS berkaitan dengan pemilihan presiden AS itu. Koran-koran lokal atau nasional tak kalah maraknya memberitakan nama Obama dari Partai Demokrat yang mengusung slogan “perubahan” tersebut, terlebih ketika ia dipastikan menang atas pesaingnya John Mc Cain dari Partai Republik.
Halaman muka Koran Tempo hari ini kamis, 6 November 2008, menampilkan foto Obama satu halaman penuh dengan tulisan besar di bawahnya: BRAVO! Tak cukup hanya itu, 6 judul berita sekaligus yang berkaitan dengan kemenangan Obama dituliskan dibawah teks bravo tadi dengan font yang lebih kecil. Hampir semua media yang beredar di Jakarta terlalu berlebihan dalam pemberitaan mengenai kemenangan Obama. Bahkan di salah satu koran lokal Jakarta ada yang terlalu jauh menghubung-hubungkan, misalnya: “Kemenangan Obama, juga kemenangan SDN 01 Menteng.” Saya pikir ini terlalu berlebihan, karena dipastikan meski Obama terpilih menjadi Presiden AS, tak ada secuil pun kebijakan Obama yang akan dikeluarkannya yang akan berpengaruh secara langsung kepada SD itu! Jadi cuma romantisme dan tak lebih dari kenangan manis saja buat SDN 01 Menteng karena Obama dulu pernah mampir bersekolah disitu.
Entah definisi apa yang tepat untuk menggambarkan situasi seperti ini? Saya menyebutnya semacam euforia yang american sentris! Jujur saja saya tidak terlalu suka dengan pemberitaan yang berlebihan dan cenderung menggunakan cara berpikir yang aneh seperti itu.
Saya lebih sepakat bahwa kemenangan Obama adalah pembelajaran buat masyarakat dunia bahwa rasisme sudah usang dan ketinggalan jaman! Dan inilah yang harusnya banyak disoroti media di Indonesia, karena di Indonesia persoalan rasisme atau diskriminasi karena perbedaan latar belakang, masih terus terjadi hingga hari ini.
Saya bertambah heran ketika ada seorang teman malam tadi Rabu, 5 November 2008 ikut-ikutan merayakan kemenangan Obama di sebuah café dibilangan Jakarta Selatan, hanya kerena teman saya itu tinggal di kawasan Menteng. Dia merasa Obama adalah tetangganya, karena itulah ia merayakan kemenangan Obama. Tadi malam, sambil menuang minuman kepada kolega yang diundangnya dia berteriak: “Bravo Obama!” Sambil mengangkat gelas, saya tersenyum kecil membalasnya. Musik di café berdentum keras, di satu sudut seorang bartender sibuk meracik minuman, di atasnya ada tv layar datar yang suaranya kalah keras dengan suara musik memperlihatkan berita para pendukung Obama yang bergembira ria. Setelah bergelas-gelas bir saya teguk, saya hampir lupa apakah saya berada di Amerika atau Jakarta? (art)
Wakakaka…..ampe segitunya, gara2 Obama mantan tetanggaan….

hmm…setuju deh….rasisme udah ga jaman lagi, setiap orang punya kesempatan yang sama…
Aku juga salah satu pendukung Obama loh…:D
thx to CNN dan BBC yang sering nayangin berita tentang Obama, dengerin speechnya yang membangun..rasanya dia memang orang yang tepat ya untuk masuk ke White House..
Semoga aja, apa yang dia janjikan, dapat dia tepati..
Bravo Obama !!
Change we Need –> baca artikel di blog aku deh..:D
Hm… kok kedengerannya giris gitu sih? Kalik bombastisnya pers Indonesia dan si teman di kafe itu karena mereka ‘mengharap’ keajaiban dari Obama? Atau ketergantungan atas Amerika, barangkali? Kudunya bilang, “Nyante aja lagee”
setuju banget…
daripada ngrayain kaya gitu mending uangnya buat kegiatan yang bermanfaat buat beasiswa kek atau apa untuk kaum fakir…