jump to navigation

Indonesia Bangsa yang Sangar? Februari 19, 2009

Posted by ariaristides in Catatan-Catatan.
trackback
Pahlawan Tanpa Senyum

Pahlawan Tanpa Senyum

Jaman SD dulu saya diajari oleh guru-guru bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa dengan penduduknya yang memiliki sifat murah senyum dan ramah tamah. Tapi dimana ya kita bisa mendapatkan gambaran indah seperti ungkapan guru saya itu?

Pernah gak anda mengamati gambar yang ada di lembaran uang kertas rupiah? Satu sisi ada gambar keindahan alam suatu tempat atau keaneka-ragaman budaya Indonesia. Sementara sisi yang lain adalah gambar pahlawan nasional.

Nah yang membingungkan saya adalah gambar para pahlawan nasional itu. Kenapa tak ada satu pun gambar pahlawan nasional yang tersenyum? Mengapa dari pandangan matanya yang melotot, mereka terkesan galak dan jauh dari semangat yang ramah?

Bahkan gambar pahlawan Kapitan Pattimura di lembar uang seribuan terlihat membawa sebilah golok di tangan kanannya. Bukankah gambar semacam ini berkesan sangar dan sadis?

Mungkin karena gambar para pahlawan nasional itu dibuat saat Indonesia sibuk melawan bangsa kolonial. Ini pertimbangan yang masuk akal. Bayangkan bila saat memperjuangkan kemerdekaan, orang-orang yang dimata penjajah itu dikatakan sebagai pemberontak, justru ditampilkan dengan gambar sedang membawa gitar. Pihak kolonial pasti akan tertawa terbahak-bahak karena merasa geli, lalu bilang “mereka ini mau berperang atau ngamen sih?” Atau bila gambar Kapitan Pattimura membawa sekuntum mawar, pihak kolonial pasti bilang, “Kapitan, you orang mau berperang atau mau say love to me?”

Gambar pahlawan nasional yang kaku, keras, heroik atau galak mungkin memang pas pada masa Indonesia berperang melawan penjajah. Tapi saya pikir pada era yang berbeda sekarang ini, mungkin perlu juga dipikirkan memberikan gambaran pahlawan nasional yang lebih manis atau ramah. Terlebih bila gambar itu dicetak di atas uang kertas rupiah. Bukankah uang kertas itu ditujukan bagi rakyat Indonesia. Lantas mengapa Kapitan Pattimura masih saja tampil galak dengan golok ditangan? Diarahkan kepada siapa lagi golok kapitan itu?

Sekarang bayangkan hal lain. Bagaimana jika pas foto anak sekolah, karyawan kantor, pegawai negeri, calon legislatif, presiden dan wakil presiden atau yang lainnya difoto dengan pose tangan kanan membawa pisau atau golok?

Komentar»

1. kusumah wijaya - Februari 19, 2009

Mengapa para pahlawan itu tak tersenyum? karena mereka ingin mengusir penjajah dari bumi Indonesi.

2. erna - Februari 20, 2009

wah bisa-bisa golput lebih buanyak dari jumlah penduduknya…

3. Mohamad Imam Sobari - Februari 24, 2009

Makasih atas kunjungannya… Sukses terus & selamat berkarya…

Salam….

4. Dea @ Keluarga Pelangi - Maret 2, 2009

Hai Ari, salam kenal. Terima kasih udah mampir ke blog Keluarga Pelangi. Maaf, saya pake box komentar ini untuk reply komen ada, karena bingung gimana cara membalas pertanyaan anda.

Tentunya boleh membuat liputan mengenai program Ortu Asuh Keluarga Pelangi, dengan catatan isi & penggunaan artikel tersebut sepengetahuan moderator Keluarga Pelangi & pihak Panti Asuhan.

Silakan hubungi saya di keluargapelangi08@gmail.com jika ada pertanyaan ya. Thanks.

-d-

5. tika - Maret 9, 2009

Hehe ide bwt bw golok d pas ft blh jg tu..sapa taw pas nglamar kerja bs langsung dtrma,abs bos ny tkt d mutilasi hehe

6. gruunliebe - Juli 27, 2009

soalnya para pahlawan2 kita wktu itu divoto dg bawa golok kl skrg diganti dgn senyum,, pahlawan yg mana dunk??kan udh almarhum??

well, bener jg yah dmn keramahan itu??hehee ^^