Ari Aristides


“Seribu Satu Tanya Untuk Satu Nama”
Desember 11, 2008, 10:32 am
Filed under: Fiksi

“Bu, mengapa Ibu tak pernah mau menceritakan asal usul namaku?” tanyaku disuatu sore yang cerah saat kami berbincang di teras rumah.

“Nama indah itu pemberian almarhum kakekmu. Mengapa kau tak bangga dengan nama itu?” Ibuku selalu membalas pertanyaanku dengan pertanyaan.

“Ini bukan soal bangga atau tak bangga bu. Sebuah nama dipilih tentu bukan tanpa alasan.” Kataku membantah Ibu.

Demikianlah selalu begitu terus menerus. Pertanyaan melahirkan pertanyaan, seperti sebuah kontradiksi yang antagonistik. Hingga akhirnya aku malas untuk mengetahuinya asal usul nama itu. Terakhir kali kuingat aku mempertanyakan asal usul namaku pada Ibuku saat aku lulus SMA. Nama tinggal nama, ia tak memberi arti apa-apa! Demikianlah aku terpaksa menyimpulkan. (lagi…)



Jalan Lurus*
November 5, 2008, 9:14 am
Filed under: Fiksi

dsc_0019-copy2

Aku adalah sebuah jalan, Jalan Lurus namaku.

Sesuai dengan namaku, aku harus lurus saja, tidak boleh berbuat lain. Sebenarnya aku tak begitu suka terus menerus lurus, tetapi mereka sudah terlanjur menamakanku demikian. Mereka suka sekali mengulang-ulang namaku yang indah, seolah-olah meyakinkanku bahwa memang sudah sepantasnya aku disebut Jalan lurus.

Sebagai jalan tentu aku tidak begitu suka jika tidak boleh berbuat lain kecuali berusaha untuk tetap lurus, tetapi mau apa lagi, mereka menginginkanku demikian, sesuai dengan namaku. Aku tak tahu kenapa begitu, aku juga tak tahu apakah nama itu semacam anugerah atau kutukan, tetapi apa pula bedanya bagiku? Aku mungkin telah dianugerahi watak lurus, atau telah dikutuk untuk lurus.

Sebenarnya, seperti yang telah kukatakan tadi, Jalan Lurus adalah nama yang indah, setidaknya dibanding dengan Jalan Berkelok atau Jalan Menikung, apalagi Jalan Buntu. Yang selama ini menjadi biang pertanyaanku adalah kenapa mereka suka sekali mengulang-ulang namaku entah berapa kali setiap hari. Aku tak tahu apakah dengan berbuat itu mereka merasa bahagia, atau merasa nikmat – moga-moga saja demikianlah adanya.

Mereka mungkin tidak mengetahui akibat semua itu bagiku, yakni bahwa apa pun yang terjadi aku harus tetap lurus. Bagaimana seandainya aku jadi gila sebab tidak punya hak untuk berbuat lain kecuali berusaha terus menerus agar tetap lurus? Siapa yang mau bertanggung jawab? Apakah aku harus bertanggung jawab atas segala hal yang diakibatkan oleh kelurusanku meskipun merekalah yang telah memberikan nama itu untukku, hal yang sama sekali bukan kehendakku?

Bayangkan, aku harus lurus terus meskipun mendaki bukit, menuruni lembah, menyeberang padang, dan menempuh gurun dan tentu tidak ada diantara mereka yang mau tahu jika pada suatu hari nanti aku capek dan tak bisa berbuat lain kecuali ikut-ikutan menyebut-nyebut namaku sendiri, entah untuk apa.

Aku adalah sebuah jalan, Jalan Lurus namaku.

* Sapardi Djoko Damono (Kumpulan Cerpen “Membunuh Orang Gila.” Penerbit Buku Kompas, 2006)

foto: Ari Trismana lokasi: Lanud TNI AD Blangbintang, NAD




Dalam Mendung Aceh Kita Bertemu
Mei 25, 2007, 9:53 am
Filed under: Fiksi

Ini adalah tulisan lamaku yang sempat kutemukan. Banyak tulisan lain yang tercecer dan belum sempat kutemukan. Coba kalo dari dulu udah kenal blog…

Dream Fall

Benar-benar aku tak mengenalimu, saat itu aku adalah camar yang terbang gelisah menjelang senja, aku adalah juga orang-orang dengan wajah murung berjalan bergegas dalam kesendirian. Ingatanmu bagai belati tajam dan sapaanmu adalah teriakan yang tidak hanya menyadarkan lamunan berjalanku, tapi juga sempat menghentikan kesibukan dalam isi kepala orang-orang lalu menukarkannya dengan pandangan mata yang kecut. Kau adalah sahabat kecil dan remajaku. Masa dimana kita melukis kanvas polos dan membentuk tanah liat menjadi angan-angan masa depan. Sepuluh tahun adalah waktu yang melelahkan untuk terus mereka-reka membayangkan perubahan wajahmu ketika angka usia terus bertambah, tetapi ini juga bukan waktu yang cukup untuk melupakan kegembiraan masa kecil dan kenakalan masa remaja kita. (lagi…)




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.