Ari Aristides


SATU LAGI SAKSI SEJARAH KOTA TERGUSUR
Juli 13, 2007, 1:56 am
Diarsipkan di bawah: Catatan-Catatan, Foto-Foto

foto 3p1030856-copy.jpgfoto 2 Bagi yang belum tahu pastilah sulit mencari lokasi Sekolah Sariputra karena letaknya yang berada di kawasan bisnis Jalan Hayam Wuruk, Jakarta. Dari depan tak terlihat bentuk atau ciri bangunan sekolah. Di bagian depan hanya ada deretan toko. Diantara deretan toko inilah terdapat gang selebar sekitar 4 meter yang menjadi gerbang masuk menuju Sekolah Sariputra. Gedung-gedung tinggi di sekitarnya seperti Hotel Mercure dan Hotel Jayakarta seolah mengepung keberadaan sekolah yang memberikan pendidikan kepada murid TK hingga SMU.

Fisik kota yang terus berkembang membuat Sekolah Sariputra secara geografis tak ideal lagi sebagai satu wilayah belajar mengajar. Namun sesungguhnya secara historis Sekolah Sariputra punya nilai sejarah yang tak bisa dianggap kecil. Pada awal abad ke-20 sekolah ini merupakan salah satu sekolah Tionghoa selain Ba Hua dan Hua Zhong, yang mutu pendidikannya diakui.

Sekolah Sariputra pada awalnya adalah Batavia English art_0062-copy.jpgSchool yangfoto 4 didirikan tahun 1932 berlokasi dikawasan Mangga Besar. Tahun 1940-an masa sebelum kemerdekaan, sekolah ini berganti nama menjadi Xin Hua English dan dipindah ke kawasan Jalan Pangeran Jayakarta. Setelah memasuki masa pasca kemerdekaan, sekitar tahun 1953 sekolah ini berganti nama menjadi Sekolah Sariputra dan menempati lokasi yang sekarang, tepatnya di Jalan Hayam Wuruk No. 125.

Sariputra dalam bahasa Sanskrit: bahasa kuno di India, atau Sariputta dalam bahasa Pali: bahasa liturgi dari Theravada Buddhism, diambil dari nama murid terbaik Sang Buddha. Beberapa pihak menyatakan Sekolah Sariputra adalah sekolah Buddhist pertama di Jakarta, namun tak ada catatan pasti mengenai pernyataan ini.

foto 5foto 1Di dalam wilayah Sekolah Sariputra terdapat vihara kecil dengan nama Dharma Vihara Sariputra. Berbeda dengan vihara lain, vihara yang dibangun tahun 1953 ini memiliki dinding ber-relief yang menggambarkan perjalanan hidup Sang Buddha. Tak ada informasi yang jelas akan dikemanakan dinding relief bersejarah tersebut bila seluruh bangunan di Sekolah Sariputra dirobohkan.

Sekolah Sariputra yang memiliki nilai sejarah dan bisa menjadi salah satu saksi bisu bagi perkembangan kota Jakarta ini, pada akhirnya harus kalah oleh bermacam kepentingan yang berkembang. Senasib dengan Gedung Chandranaya (Sin Ming Hui) yang tergusur oleh kepentingan bisnis, Sekolah Sariputra pun pada akhirnya harus ditutup.

p1030848-copy.jpgp1030834-copy.jpgSabtu 30 Juni 2007 di Sekolah Sariputra digelar acara yang bertajuk “Rendezvous Alumni Sariputra.” Acara ini sesungguhnya adalah hari penutupan bagi sekolah. Ratusan alumni, guru, pegawai dan anggota keluarga hadir dalam acara tersebut untuk saling bertemu dan menikmati suasana terakhir di Sekolah Sariputra. Tak ada yang tahu pasti Sekolah Sariputra selanjutnya akan berubah fungsi menjadi apa. Yang pasti pada hari-hari mendatang mereka tak bisa lagi melepas rindu pada tempat dimana mereka pernah mengenyam pendidikan.

 

Foto: Ari Trismana
Lokasi: Sekolah Sariputra, Jakarta

 

 



Mencari Kedamaian Hati
Juli 9, 2007, 8:38 am
Diarsipkan di bawah: Foto-Foto

Buddha

Aku berjalan mencari ketenangan hati

Dimanakah kutemukan?

Aku berjalan mencari kedamaian hati

Masih sulit kutemukan…

 

Foto: Ari Trismana

Lokasi: Vihara Sariputra, Jl. Hayam Wuruk, Jkt



No Body Knows My Sorrow
Mei 1, 2007, 6:47 am
Diarsipkan di bawah: Foto-Foto

No Body Knows My Sorrow

kesedihan adalah milikku
ia lekat tak terlepas
meski teriakan nyaring kulepas
di bibir pantai…
di badan gunung…
tak ada yang tahu
kesedihan jadi penghuni tetap hatiku
tak ada yang tahu
dan aku tak ingin kau tahu!

Foto: Ari Trismana
Lokasi: Muara Angke, Jakarta