
Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis
sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu.
Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi
agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan
tak ada orang bertanya kenapa.
Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak
mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur.
Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan
sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi (Sapardi Djoko Damono)
Foto: Ari Trismana
Lokasi: Lanud Sultan Iskandar Muda, NAD

